PROPEK PROFESI GURU DALAM DUNIA PENDIDIKAN
PROPEK PROFESI GURU DALAM DUNIA PENDIDIKAN
Oleh : Iwan Zahid Arafat
Pendidikan
merupakan kunci untuk semua kemajuan dan perkembangan yang berkualitas. Sebab
dengan pendidikan, manusia dapat mewujudkan semua potensi diri menjadi
multiple kompetensi harus melewati
proses pendidikan yang di implementasikan dalam proses pembelajaran.
Berlangsungnya proses pembelajaran tidak terlepas dari lingkungan sekitar,
sesungguhnya pembelajran t6idak terlepas pada 4 ( empat ) dinding kelas.
Pembelajaran dengan pendekatan lingkungan menghapus kejenuhan dan menciptakan
peserta didik yang cinta lingkungan.
Berdasarkan
teori belajar melalui pendekatan lingkungan,
pembelajaran menjadi bermakna.
Sikap verbalisme siswa terhadap terhadap mengusaan konsep dapat
diminimalkan dan pemahaman siswa akan membekas dalam ingatan.
Dunia
pendidikan kita ditandai oleh disparatis
antara pencapaian academic standard dan perfonmence standard. Faktanya, banyak
peserta didik menyajikan tingkt hafalan yang baik terhadap materi ajar yang
diterimanya, namun pada kenyataan mereka tidak memahaminya. Sebagian besar dari
peserta didik tidak mampu menghubungkan antar apa yang mereka pelajari dengan
bagaimana pengetahuan tersebut akan dipergunakan atau dimanfaatkan. Peserta
didik memiliki kesulitan untuk memahami konsep akademik sebagaimana mereka
biasa diajar yaitu dengan menggunakan sesuatu yang abstrak dan metode ceramah.
Padahal mereka sangat butuh untuk dapat memahami konsep – konsep yang
berhubungan dengan tempat kerja dan masyarakat umumnya dimana mereka akan hidup
dan bekerja.
Perlu
diketahu bahwa pendidikan selama ini terjadi karena pembelajaran hanyalah suatu
proses pengodisian yang tidak menyentuh realitas alami. Pembelajaran berlatar
realitas, artificial. Aktifitas kegiatan belajar mengajar selama ini merupakan
peningkatan kualtas mutu peserta didik dalam belajar. Terdapat jarak yang cukup
jauh antara materi yang dipelajari dengan peserta didik sebagai insan yang
mempelajarinya, materi yang di pelajari terpisah dari peserta didik yang
mempelajarinya.
Sebagai
medium pendekatan antara materi dan
peserta didik pada pembelajaran artificial adalah aktifitas mental berupa
hafalan, pembelajaran lebih menekankan memorisasi terhadap materi yang
dipelajari dari pada struktur yang
terdapat didalam materi itu. Pembelajaran seperti ini melelahkan dan
membosankan. Belajar bukan manifistasi kesadaran dan partisipasi, melainkan
keterpaksaan dan mobilisasi. Dampak psikis ini kontraproduktif dengan hakekat
pendidikan itu sendiri yaitu memanusiakan atas seluruh potensi kemanusiaan yang
dimiliki secara kodrati.
Pembelajaran
seharusnya menjadi aktifitas bermakna yakni pembahasan yakni mengaktualisasi
seluruh potensi kemanusiaan. Bukan sebaliknya, pertanyaan bagaimana menemukan
cara terbaik menciptakan pembelajaran bermakna.
Seiring
dengan pengembangan filsafat kontruktivisme dalam pembelajaran selama dekade
ini, muncul pemikiran kritis merenovasi pembelajaran bagi anak Bangsa Negara
inimenuju pembelajaran yang berkualitas,
humanis, organis, dinamis, dan kontruktif. Salah satu pemikiran kritis
itu dan salah satu upaya yang dapat di kembangkan oleh sekolah adalah pembelajaran
aktif, inofatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan atau PAIKEM.
Pembelajaran
menunjuk pada proses belajar yang menempatkan peserta didik sebagai center stage performance, pembelajaran lebih
menekankan bahwa peserta didik sebagai makhluk berkesadaran memahami arti
penting interaksi dirinya dengan lingkungan yang menghasilkan pengalaman adalah
kebutuhan , kebutuhan baginya mengembangkan seluruh potensi kemanusiaan yang
dimiliki.
Aktif
: pembelajaran harus menumbuhkan suasana sedemikian rupa sehingga
peserta didik aktif bertanya, mempertanyakan, dan mengemukakan gagasan. Belajar
memang merupakan proses aktif dari si pembelajar dalam membangun pengetahuannya, bukan proses pasif
yang hanya menerima kucuran ceramah guru tentang pengetahuan. Pembelajaran
aktif adalah proses belajar yang menumbuhkan dinamika belajar bagi peserta
didik. Dinamika untuk mengartikulasikan dunia idenya dan dan mengonfrontir ide
itu dengan dunia realitas yang dihadapinya.
Inovatif
: pembelaran merupakan proses pemaknaan atas realitas kehidupan yang
dipelajari. Maka itu hanya bias dicapai
jika pembelajaran dapat mefasilitasi kegiatan belajar yang member kesempatan
kepada peserta didik menemukan sesuatu melalui aktivitas belajar yang
dilakoninya.
Kreatif
: pembelajaran harus menumbuhkan pemikiran kritis, karena dengan
pemkiran seperti itulah kreativitas bias dikembangka. Pemikiran kritis adalah
pemikiran reflektif dan produktif yang melibatkan evaluasi bukti. Kreativitas
adalah kemampuan berfikir tentang sesuatu dengan cara baru dan bias
menghasilkan solusi unuk atas suatu problem
Efektif
: pembelaran efektif adalah jantungnya sekolah efektif. Efektif
pembelajaran merujuk pada berdaya dan berhasil guna seluruh komponen
pembelajaran yang diorganisir untuk mencapai tujuan pembelajaran. Pembelajaran
efektif mecakup keseluruhan tujuan pembelajran
baik yang berdimensi mental, fisik, maupun social. Pembelajaran efektik “memudahkan “ peserta didik belajar
sesuatu yang “bermanfaat” .
Menyenangkan : pembelajaran menyenangkan adalah
pembelajaran dengan suasana yang menyenangkan atau dengan kegiatan yang
positif. Peserta didik mersakan bahwa proses belajar yang dialaminya bukan sebuah derita yang didera dirinya,
melainkan berkah yang harus disyukurinya. Belajar bukanlah tekanan jiwa pada
dirinya, namun merupakan panggilan jiwa yang harus ditunaikannya. Pembelajaran
menyenangkan menjadi peserta didik ikhlas menjalaninya.
0 komentar: