PROSPEK PROFESI GURU DALAM DUNIA PENDIDIKAN
PROSPEK
PROFESI GURU DALAM DUNIA PENDIDIKAN
Oleh : M. Akhirul Maulid
Guru
merupakan salah satu profesi yang sangat erat kaitannya dengan persoalan moral.
Selain sebagai suri tauladan para siswa siswinya, seorang guru juga dituntut
bisa memberikan kontribusi yang baik di lingkungan sekitarnya. Karena, ketika
sudah berprofesi sebagai guru, perilaku keseharian tidak luput dari disorot
masyarakat di sekelilingnya. Pendek kata, selain menjadi panutan para anak didiknya,
seorang guru juga harus pintar menempatkan diri dalam kehidupan sehari-hari
serta mampu memberikan citra baik sebagai seorang guru.
Diakui
atau tidak, secara kultur, masyarakat kita masih belum sepenuhnya bersikap
obyektif dalam memberikan penilaian. Sehingga
guru tidak hanya berada pada lingkungan sekolah saja, tetapi profesi tersebut
melekat secara otomatis di manapun mereka berada. Tentunya, ini merupakan
tuntutan luar dalam bagi seorang yang berprofesi sebagai guru untuk dapat
menjaga sikap dalam tata pergaulannya.
Peran
guru memang bukanlah peran yang mudah untuk sekedar dilakukan begitu saja.
Selain sebagai pendidik, guru berperan juga sebagai tenaga pengajar yang harus
mampu menciptakan karakter lebih baik bagi anak didiknya. Jika perannya hanya sebagai
tenaga pendidik, seorang guru cukup memberikan materi pelajaran dalam proses
Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolah sesuai kurikulum yang ada.
Tetapi
guru di sini bukan sekedar menyampaikan apa yang harus disampaikan, melainkan
guru harus mampu pula menstransferkan
ilmunya pada tahapan benar-benar diterima (accepted) oleh siswa siswinya. Hal
ini sangat membutuhkan kemampuan psikologis yang cukup agar dapat memahami daya
tangkap anak didiknya.
Selain
itu, sebagai seorang guru dituntut pula mampu mendiskripsikan satu persatu
tentang kondisi saat di hadapkan pada kondisi anak didik yang semakin hari
semakin berkembang, baik pola pikir, pergaulan, serta sikap kritis.
Pendiskripsian tersebut harus lebih lentur (fleksibel) dan bijaksana. Artinya,
seorang guru tidak diperkenankan merasa paling pinter, ataupun merasa
terpojokkan oleh sikap kritis siswa siswinya sehingga muncul sikap arogan,
oportunis bahkan intimidasi hanya karena merasa tersinggung.
Menengok
peran profesi guru yang tidak bisa dianggap remeh, tentunya diperlukan
penilaian yang obyektif terhadap para guru berikut kodratnya sebagai makhluk
sosial yang membutuhkan motivator.
Nampaknya
kebijakan pemerintah saat ini sudah mengarah ke sana, dengan terus meningkatkan
kwalitas dari segi sektor pendidikan guna menghasilkan calon-calon tenaga
pendidik yang handal dan profesional. Selain itu peran pemerintah sebagai penghasil guru pendidik yang berkompeten
pemerintah terus berupaya memberikan berbagai fasilitas guna kenyamanan dalam
mengajar dengan tujuan menarik minat seseorang untuk memilih profesi sebagai
guru. Diantaranya dengan terus meningkatkan tunjangan kepada guru pendidik yang
benar-benar komit dengan tanggung jawabnya sebagai pendidik.
Tunjangan
tersebut bukan semata-mata untuk menarik minat ataupun membuat para guru merasa
nyaman berada di lingkungan sekolah melainkan untuk memotivasi para guru
pendidik agar mampu memberikan pengajaran dengan maksimal. Dengan berbagai
langkah tersebut pemerintah berupaya menghilangkan kesan profesi guru yang
menjenuhkan lantaran kesehariannya dihabiskan dengan tumpukan buku materi. Maka
dari itu tidak ada alasan untuk menghindari profesi sebagai guru pendidik yang
dianggap terlalu formal dan terkesan membosankan.
0 komentar: